Jalan terjal pengakuan hutan adat di Riau

Pengakuan untuk hutan adat di Kabupaten Kampar, Riau telah diinisiasi dari tahun 2012. Atas dukungan organisasi masyarakat sipil yang membentuk tim percepatan proses ini di tahun 2017, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengeluarkan SK untuk dua dari tujuh kenegerian adat. Namun perjalanan masyarakat adat Kampar, masih panjang.

Ekspansi sawit dan tambang di Konawe Utara menyisakan duka

Sebelum 2 Juni 2019, tidak ada yang berbeda dari Desa Tapuwatu di Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Namun, semua berubah sejak banjir bandang setinggi 3 meter menerjang wilayah itu. Lokasi desa masih masuk di peta kabupaten, namun 80 unit rumah yang berada pinggir sungai, lenyap tak berbekas hingga hari ini.

Masyarakat Adat Batin Sembilan: Kami Tidak Anti Sawit

Masyarakat Batin Sembilan dan areal restorasi ekosistem Hutan Harapan di Jambi, membutuhkan hutan untuk kebutuhan hidup mereka, dan sebaliknya hutan pun perlu dijaga oleh masyarakat dan pengelola kawasan, agar tidak kembali gersang seperti pada masa lalu, ketika pembalakan liar marak terjadi.

Nasib Anoa di Pulau Buton Berada di Ujung Tanduk

Penggundulan hutan dan perburuan liar di Pulau Buton merupakan ancaman utama bagi Anoa, namun satwa endemik SUlawesi Tenggara ini menjadi jauh lebih rentan dengan adanya usulan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industri Aspal Terpadu Buton yang diajukan pemerintah setempat.

Orang Talang Mamak Menagih Perlindungan Negara

Ruang hidup Masyarakat Adat Talang Mamak, makin terhimpit. Pengakuan dan perlindungan pemerintah belum ada hingga wilayah dan hutan mereka sebagian besar sudah jadi bagian izin-izin perusahaan. Sementara perempuan Talang Mamak memperthankan tradisi menganyam sebagai bentuk perlawanan.

Suku Talang Mamak, Bertahan Hidup di Hutan Tersisa

Suku Talang Mamak, hidup tersebar di sekitar Taman Nasional Bukit Tigapuluh, bergantung kepada sumber daya hutan. Namun hutan sekeliling mereka makin menyusut, antara lain dengan kehadiran beberapa perusahaan hutan tanaman industri dan sawit, yang berdampak pada kelangsungan hidup mereka.

Petaka Api dan Asap Tahunan di Riau

Riau sudah menetapkan status siaga darurat Karhutla sejak 19 Februari 2019 lalu sementara seluruh sekolah di Pekanbaru telah meliburkan siswanya pada tanggal 11 September 2019, dikarenakan kondisi pencemaran yang sudah sampai pada level tidak sehat. Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau mencatat, untuk periode 1 Januari hingga 6 Oktober 2019, luas lahan yang terbakar di Riau sudah mencapai 9.120,5 hektar (Ha).